MENIT BERITA

UPDATE BERITA TERPOPULER SEPANJANG HARI

Kain Penutup Ibu Ani Sudah Dipersiapkan Berbulan-bulan

2 min read

FAJAR.CO.ID, CIKEAS–Kain yang dibentangkan menutup jenazah Ani Yudhoyono di NUH Singapura bukan kain biasa. Sejak jauh hari, istri SBY itu sudah mempersiapkan kain tersebut untuk acara spesial, yakni perayaan Idulfitri bersama keluarga di tanah air.

Kisah itu disampaikan langsung Annisa Pohan. Istri putra pertama SBY-Ani tersebut mengungkapkan bahwa kain itu sudah berbulan-bulan dipesan. Jauh sebelum kondisi Ani terus menurun hingga harus dirawat di Singapura selama empat bulan.

“Beliau persiapkan kain ini sudah beberapa bulan yang lalu. Sebelum sakit sudah dikirim kain ini,” kata dia kemarin.

Annisa menjelaskan hal itu sembari menunjuk kain yang dia kenakan pada upacara pemakaman kemarin. Kain tersebut persis dengan yang dipakai untuk menutup jenazah Ani di NUH. Warna dan motifnya serupa. “Semua sekeluarga dibuatkan kain ini. Untuk dipakai Lebaran,” lanjut putri mantan deputi gubernur Bank Indonesia Aulia Pohan itu.

Mengenal Kanker Darah dan Harapan Hidup Pasien

Ani, lanjut Annisa, memang ibu yang sangat menaruh perhatian kepada keluarga. Bukan hanya anak dan cucu, menantu pun sangat diperhatikan. Setiap kali ada acara atau agenda tertentu, kenang Annisa, mertuanya memang kerap sibuk menyiapkan pakaian yang bakal dikenakan keluarga Yudhoyono. Dari suami, anak, cucu, sampai menantu. Lebaran tahun ini pun demikian. Ani sudah menyiapkan kain untuk keluarganya. “Tapi, ibu (Ani) keburu sakit,” ujarnya.

Meski begitu, niat mengenakan kain tersebut di Lebaran tahun ini tidak pudar. Kain yang sudah disiapkan Ani lantas dibawa terbang ke Singapura. Karena Ani masih dirawat intens sampai mendekati Idulfitri, SBY dan keluarga punya niat merayakan Lebaran di Singapura. Bersama Ani, mengenakan kain pilihan anak ketiga tokoh militer Indonesia Sarwo Edhie Wibowo tersebut. Namun apa daya, belum sampai Idulfitri, Ani sudah menghadap Yang Mahakuasa.

Annisa Pohan: Memo, Maafkan Annisa

Kain yang dipakai menutup jenazah Ani di NUH, sambung Annisa, merupakan kain untuk sang cucu Almira Tunggadewi Yudhoyono. Kemarin Annisa dan putrinya itu kompak mengenakan kain tersebut. Pun demikian menantu Ani lainnya, Siti Ruby Aliya Rajasa. Kain itu sengaja mereka pakai untuk menghormati Ani. “Pasti ibu bahagia,” katanya sambil terisak.

Rencananya, kain yang sama mereka kenakan lagi saat Lebaran nanti. Serupa dengan kemarin, sebut Annisa, itu dilakukan untuk menghormati mertuanya.

Annisa tidak menyebut itu sebagai firasat atau bukan. Sebab, getaran yang paling terasa oleh dirinya menjelang Sang Memo -sapaan akrab Ani di keluarganya- meninggal dunia datang melalui mimpi.

Demi Berlebaran, 500 Traktor Masuk Pegadaian

“Memo mau minta CV-nya Pepo (sapaan mesra untuk SBY, Red),” kata Annisa menirukan kalimat yang keluar dari lisan Ani di dalam mimpinya. Mendengar itu, Annisa kembali bertanya, CV Pepo untuk apa? “Kan mau pisah,” sambung dia menirukan jawaban Ani dalam mimpi. Baru, dua hari setelah itu, Ani meninggal dunia.

Di samping keinginan yang disampaikan langsung oleh SBY, Annisa mengungkapkan bahwa Ani punya keinginan lain. Yakni membuat Museum SBY dan Galeri Ani di Pacitan. Menurut dia, tanah untuk membangun museum dan galeri tersebut sudah ada. Nanti museum dan galeri itu diisi banyak hal yang pernah dilakukan SBY selama menjadi presiden. Juga diisi koleksi kain tradisional Indonesia milik Ani. (jp)

BERITA INI TELAH TAYANG DI SITUS BERITA FAJAR MAKASSAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *